Menjual Aneka Produk Rumah & Gazebo Kayu Knock Down - Tanpa Perantara (Pengrajin Langsung)

Sangat Cocok untuk Rumah Tinggal, Villa, Cottage, Bungalow, Kantor, Mess Karyawan, Musholla, Restoran, Gazebo, Rumah Kebun, dll

Workshop & Display Unit :
Desa Tanjung Batu Seberang & Tanjung Baru Petai Kec. Tanjung Batu, Kab. Ogan Ilir Sumatera Selatan

Ogan Ilir Produsen Rumah Bongkar Pasang

Oleh : Adriyaneka | 19-Des-2007, 03:48:32 WIB

KabarIndonesia - Palembang , Usaha pembuatan rumah knock down (rumah siap pasang) hasil kerajinan warga Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Provinsi Sumatera Selatan yang dikenal ratusan tahun sudah ditekuni warga memasuki fase kurang menggembirakan. Kerajinan yang turun temurun ratusan tahun dari para nenek moyang mereka itu berada diujung tanduk, antara hidup dan mati. Maka sepatutnya usaha ini mendapat perhatian serius dari pemerintah dan para pemilik modal.
Pengrajin rumah siap pasang di Tanjung Batu, Kabupaten OI, provinsi Sumsel ini sebetulnya ditekuni seluruh penduduk.

Di Tanjung Batu sendiri penduduknya tak kurang dari 1.400 kepala keluarga. Dari tahun ke tahun, usaha yang sudah mengharum kan nama Ogan Ilir ke dunia internasional itu mengalami masalah serius. Perlahan para pengrajin yang tidak tahan menghadapi tantangan usaha ini mulai satu per satu meninggalkan usaha tersebut.
“Kalau dihitung-hitung pak, mungkin sudah sepuluh persen warga kami di sini mulai meninggalkan usaha rumah kayu ini. Mereka lari dengan menggganti lapangan kerja ke dunia pertanian dan perkebunan,” kata Mas Ad, seorang pengrajin rumah siap pasang yang ditemui kabarindonesia di tempat usahanya Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir.


Kendala yang sangat mendasar dihadapi pengrajin rumah siap pasang di Tanjung Batu Sumsel ini diakui pengrajin ada dua hal. Pertama sulitnya mendapatkan bahan baku sehingga harganya terus menerus naik, kedua masalah kesulitan permodalan. “Soal modal inilah pak sering jadi halangan, kami tergantung dengan pesanan. Bila ada orang yang memesan minta dibuatkan kalau ada dananya sebesar 50 persen kami siap membuatnya. Nanti kalau sudah hampir rampung kami minta lagi biayanya 20 persen, setelah siap dipasang kami minta seluruh biayanya,” tandas Ali, pengrajin yang lain.

Harga pembuatan rumah siap pasang ini sendiri tergantung ukuran. Tapi sekarang karena sulitnya bahan baku dan harganya semakin tinggi, harga pembuatannya dipukul rata per meter rata-rata satu juta rupiah. Jadi kalau memesan minta dibuatkan rumah ukurannya 5 meter x 7 meter, maka harga rumah itu tiga puluh lima juta. Tapi sesuai tradisi rumah itu murni kerangka dinding papan, tanpa tiang jika ingin dibuat panggung, tanpa plafond an tanpa atap. Harga rumah ini juga ada yang sampai ratusan juta, tergantung ukuran dan pesanan bahan yang ingin dibuatkan.

Produksi rumah siap pasang Tanjung Batu ini tidak asing lagi bagi pencinta rumah kayu baik pemburu rumah alami naturalis baik dari dalam maupun luar negeri. Penggemar rumah siap pasang ini mulai dari warga Palembang, Bengkulu, Jawa Barat, Jakarta, hingga manca negara seperti Malaysia, Singapura, Spanyol, Brasil dan beberapa negara lainnya. Dalam pendataan pihak pemda OI sudah ratusan order rumah siap pasang ini yang diekspor ke luar negeri selama usaha itu ditekuni warga.

Bahan baku pembuat rumah sekarang sudah bergeser, ke kayu seru. Biasanya minimal memakai kayu meranti kualitas ekspor, tetapi karena kayu-kayu jenis itu sudah semakin sulit didapat di sumatera selatan, harganya turus naik. Dulu satu kubik harga kau meranti Cuma Rp 850 ribu, sekarang sudah mencapai Rp 2 juta lebih per meter kubik. Kayu seru yang dulunya Rp 450 ribu, sekarang sudah sampai Rp 1,3 juta satu meter kubiknya.

Ketika dimintai tanggapannya secara khusus masalah ini, Bupati Ogan Ilir, Mawardi Yahya, mengakui dan memahami betul kesulitan para pengusaha rumah knock down yang beratus tahun lamanya ditekuni warganya. Pemkab Ogan Ilir sendiri terus berusaha melakukan pendekatan ke departemen kehutanan, sekiranya ada langkah kemudahan bagi para pengusahanya untuk bisa dan mudah cara mendapatkan bahan baku kayu, karena selama ini persoalan perizinan lintas sektoral dan antarprovinsi sering menyulitkan para pengusah dalam mendapatkan bahan baku ini.

Akibatnya, untuk mendapatkan bahan baku dari luar provinsi sering para pengusaha mengeluarkan biaya operasional lebih besar, maka wajar bila harga rumah kayu siap pasang ini yang tadinya hanya Rp 15 juta untuk ukuran kecil 5 x 7 meter, kini sudah mencapai Rp 35 juta.
Kenaikan harga bahan pembuatan rumah siap pasang ini berakibat menurunkan permintaan terutama warga sekitar Tanjung Batu seperti Palembang dan sekitarnya, Mas Ad mengatakan ada sekitar 25 persen penurunan order permintaan, dalam setahun dia pernah mencapai pesanan dibuatkan rumah kayu 15 sampai 20 rumah, sekarang paling banyak tiga rumah sudah ada bersyukur.

Dilihat dari teknik membuat disaind dan kerapian, para pengrajin rumah kayu Tanjung Batu ini tidak diragukan lagi, mereka mampu membuat ukiran apa saja yang dipesankan, hanya mereka membutuhkan uluran para pemodal yang tidak memeras keterampilan mereka saja, tetapi juga meningkatkan kemampuan kreativitas, mampu meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan keluarga, serta mampu dan mudah mendapatkan bahan baku. Kuncinya tak lain tergantung bagaimana pemerintah kabupaten ogan ilir mencarikan solusi persoalan yang mereka hadapi ini. (Adriyaneka)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

Readmore »» Ogan Ilir Produsen Rumah Bongkar Pasang

Rumah Panggung Juga Bisa Modern


Untuk mendapatkan pencahayaan alami yang optimal, tampak depan rumah di lantai atas terdiri dari kaca dan jendela pivot. Agar tidak terlalu silau di siang hari bagian ini dilapisi kisi-kisi kayu.

KOMPAS.com - Beberapa saat setelah tiba di kediaman keluarga Santoso W. Reksoprodjo (35) di daerah Pejaten, Jakarta Selatan, Tabloid RUMAH langsung diajak ke lantai atas, melalui tangga yang ada di bagian depan rumah. Mengapa tidak ke lantai bawah lebih dulu?

“Inilah konsep dasar rumah panggung. Di sini, kami melakukan kegiatan utama di lantai atas,” jawab Santo—panggilan akrab Santoso W. Reksoprodjo. Konsep bertinggal seperti ini umurnya sudah tua sekali.

Dulu, nenek moyang kita membuat struktur yang dinaikkan karena beberapa alasan—seperti menghindari binatang buas dan mencegah kelembaban (terutama pada lingkungan berair). Pada rumah panggung modern milik Santo, arsitek sekaligus pemilik rumah ini, Anda dapat menyaksikan bagaimana konsep rumah panggung tradisional diterjemahkan dalam bangunan modern.

Seperti rumah pada umumya, sebelum memasuki ruang tamu/keluarga, terdapat teras yang terbuka dan asri (di lantai atas). “Saya biasa menerima tamu di teras ini,” ujar Santo.

Ruang-ruang yang ada di lantai atas adalah ruang tamu/keluarga, ruang makan, ruang tidur, dan kamar mandi. Lantai bawah dimanfaatkan untuk ruang servis, garasi, kamar anak, dan ruang makan. Arsitek yang berkantor di daerah Tebet Jakarta Selatan ini melanjutkan, “bedanya dengan rumah tradisional—yakni melakukan kegiatan memasak di lantai atas—saya meletakkan dapur di bawah untuk alasan keamanan, jadi tidak boleh ada api di lantai atas.”

Konstruksi Panggung
Konstruksi panggung adalah warisan budaya dalam membuat bangunan dari nenek moyang kita. Tengoklah rumah tradisional di Sumatera, Kalimantan, atau Sulawesi, rata-rata berupa rumah panggung. Konstruksi yang “diangkat ke atas” seperti ini menuntut penggunaan struktur yang ringan. Santo memilih besi hollow sebagai kolom dan balok utama dengan bentang maksimal 5 m dan sambungan antarbesinya dilas.

Ia berkomentar, “paling baik sebenarnya adalah sambungan dengan baut, tapi di sini saya hanya mengelasnya.” Sambungan dengan baut membuat konstruksi tidak kaku sehingga apabila terjadi gempa, bangunan tidak akan rubuh tapi mengikuti arah gerakan. Sedangkan untuk atap, digunakan struktur atap baja yang dilapis dengan kalsiboard.

Struktur antigempa juga ditemui pada struktur bawah. Santo menggunakan pondasi umpak/setempat dari beton bertulang pada tiap kolom. “Tidak perlu sloof karena saya tidak memakai dinding bata sehingga beban bangunan tidak berat,” jelas Santo.

Lantai atas tidak seluruhnya di-dak, hanya di bawah teras, kamar mandi, dan tempat AC. Sebagian besar struktur lantai atas menggunakan balok-balok kayu berjarak 60 cm dan dilapis multipleks 2 cm.(Tabloid Rumah/mya)

Lokasi : Kediaman Santoso W. R. (Art Design Indonesia /Pejaten)

Rabu, 14 Oktober 2009 | 14:49 WIB

Readmore »» Rumah Panggung Juga Bisa Modern

Rumah Panggung Hadapi Tantangan

Ratusan warga Kecamatan Tanjungbatu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, mewarisi kearifan lokal membuat rumah panggung bongkar pasang. Sampai sekarang, rumah produksi kreatif warga itu banyak diminati masyarakat di berbagai kota, bahkan banyak yang diekspor ke sejumlah negara.


Di banyak daerah di Tanah Air, rumah-rumah tua umumnya terbuat dari kayu dan arsitekturnya mencerminkan keunikan serta kearifan budaya lokal. Walaupun bencana datang silih berganti dalam hitungan tahun, puluhan tahun, bahkan ratusan tahun, rumah-rumah tua tersebut tetap kukuh berdiri.


Rumah gadang yang berarsitektur Bagonjong di Sumatera Barat, misalnya, tetap berdiri tegak dan selamat dari gempa walau puluhan kali gempa terjadi setiap bulannya. Hal ini terjadi karena arsitekturnya salah satunya mempertimbangkan keamanan dari gempa.

Sama halnya dengan rumah gadang, rumah-rumah khas kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat, dan juga di provinsi lain di Indonesia, yang umumnya terbuat dari kayu, juga relatif aman dari ancaman gempa bumi. Sementara itu, rumah-rumah permanen yang berarsitektur masa kini dan modern hampir selalu mengalami kerusakan, setiap kali gempa bumi terjadi.

Karena tidak didesain tahan dan aman dari gempa, makanya bencana gempa bumi menelan korban jiwa dan harta yang tidak sedikit. Begitu juga jika banjir terjadi, banyak warga mengalami kerugian harta benda dan kehilangan anggota keluarga.

Padahal, dulunya, nenek moyang Indonesia melalui kearifan budaya sudah mempertimbangkan faktor bencana ini dalam desain rumahnya. Makanya, di daerah rawan banjir atau daerah genangan air, rawa, lebak, dan pinggiran bantaran sungai, rumah-rumah panggung hampir selalu mendominasi.

Di Desa Tanjungbatu Seberang dan Tanjungbaru Petai, Kecamatan Tanjungbatu, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, dan di Woloan, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, rumah-rumah panggung yang menjadi tradisi nenek moyangnya telah menjadi industri kreatif sejak dulu dan sampai kini masih bertahan.

Di dua provinsi itu masyarakatnya membuat rumah panggung knock down atau rumah bongkar pasang. Mereka menawarkan kearifan lokal untuk hunian di era global. Walaupun tidak ada booming, tetapi permintaan selalu saja ada dari berbagai kota di Indonesia dan mancanegara.

”Industri kreatif berupa rumah panggung menjadi sesuatu yang unik di zaman sekarang,” kata Rita Adhiningrat, desainer interior dan Direktur PT Tata Agathis.

Ia menyebutkan, di Tomohon ada tempat penginapan yang berarsitektur rumah panggung, selalu penuh tamu. Untuk bisa menginap, tetamu harus antre. Begitu juga dengan sebuah rumah panggung yang diberi nama rumah pohon di suatu kawasan wisata di Bogor, orang yang ingin menginap di sana begitu antrenya.

Ira Maxi, pengusaha dari Jakarta, ketika ditemui tengah menawar rumah panggung di Tomohon, mengakui amat menyukai rumah panggung yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia itu. ”Rumah panggung tidak hanya unik dan menarik, tetapi juga mencerminkan cita rasa pemiliknya,” ujarnya.

Empat setahun

Jika Anda ke Sumatera Selatan, sempatkanlah berkunjung ke Kecamatan Tanjungbatu, Kabupaten Ogan Ilir, atau sekitar 55 kilometer selatan Kota Palembang ini. Anda bisa menyaksikan bagaimana industri kreatif pembuatan rumah panggung bongkar pasang ini tetap bergairah dan tak terimbas krisis.

Menurut Kepala Desa Tanjungbaru Petai Rozaliakne (63), dari 1.460 warga atau 350 kepala keluarga, 90 persennya bekerja di bidang usaha membuat rumah panggung atau rumah bongkar pasang. ”Usaha ini turun-temurun, dari nenek moyang hingga generasi ke generasi. Selagi kayu ada, tak akan berhenti masyarakat membuat rumah panggung ini,” kata dia.

Tidak hanya rumah panggung yang diproduksi di Tanjungbatu Seberang dan Tanjungbaru Petai, tetapi juga ada bangunan sekolah/pesantren, mushala, gazebo, dan bangunan lain, tergantung pesanan.

Sudirman yang sebelumnya membuat rumah panggung berukuran 8 x 10 meter untuk seorang manajer di Bandung, juga tengah menyelesaikan sebuah rumah panggung. ”Satu rumah selesai dalam tempo tiga bulan. Dalam setahun bisa selesai empat rumah, yang hampir selalu ada saja pemesannya,” katanya.

Bentuk dan ukuran rumah panggung produksi Tanjungbatu ini tergantung pesanan. Apakah ingin berukuran 4 x 4 meter, 6 x 6 meter, 5 x 7 meter, 6 x 8 meter, 6 x 10 meter, atau 10 x 10 meter, terserah si pemesan. Desain juga bisa dibuat si pemesan. Kalau harga umumnya dipatok berdasarkan ukuran, yang kisarannya Rp 1,25 juta sampai Rp 1,5 juta per meter persegi. Juga tergantung jenis kayu. Semakin bagus kualitas kayu, harga semakin mahal.

Jika ada yang berminat, rumah yang dipajang atau selesai dibuat membutuhkan waktu tujuh hari untuk membongkarnya kembali, sedangkan untuk memasangnya kembali di tempat tujuan pembeli butuh waktu sekitar 10 hari, dengan 2-3 pekerja.

”Harga jual rumah di luar ongkos kirim, yang dibebankan kepada pembeli, semakin jauh daerah tujuan semakin besar biaya angkut. Kalau rumah ingin dipelitur atau dicat, menjadi beban si pembeli,” kata Karni, pembuat rumah di Tanjungbaru Petai.

Peminat rumah kayu produksi Kecamatan Tanjungbatu ini ternyata tidak hanya terhadap rumah baru. Rumah yang telah ditempati belasan dan puluhan tahun juga sering ditawar calon pembeli.

Bahkan, saat ini ada rumah panggung di desa Tanjungbatu, Kecamatan Tanjungbatu, yang telah dipakai belasan tahun dibeli sekitar Rp 50 juta. ”Kalau harga sesuai, tak ada salahnya dilepas,” kata Abidin.

Kayu tembesi di Tomohon

Sama halnya dengan di Tanjungbatu, di Tomohon rumah panggung bekas pakai juga banyak yang menawar. ”Rumah panggung bekas pakai harga relatif murah. Untuk rumah dua kamar, misalnya, bisa dihargai sekitar Rp 20 juta,” kata Frengky Tirukan, pengusaha rumah panggung adat Minahasa di Tomohon.

Jika di Tanjungbatu jenis kayu tembesi sudah langka, sulit didapat, maka di Tomohon jenis kayu berkualitas nomor satu itu masih bisa didatangkan dari Gorontalo. Oleh pengusaha rumah panggung di Tomohon, jenis kayu tembesi umumnya digunakan untuk rangka rumah.

”Karena terbuat dari kayu-kayu berkualitas baik, ada rumah panggung di Tomohon yang sudah berusia 115 tahun,” ungkap Frengky.

Rumah panggung bongkar pasang dari Tomohon ini, menurut Frengky, banyak juga pemesannya dari Malaysia, Filipina, Perancis, dan Kostarika. ”Setahun saya bisa menjual 15 sampai 20 unit rumah,” katanya. ”Di Tomohon, sedikitnya ada 100 warga yang usahanya membuat rumah panggung bongkar pasang.”

Harga rumah panggung di Tomohon tergantung jenis kayu yang diinginkan, Rp 1,2 juta sampai Rp 1,5 juta per meter persegi. Ongkos kirim tersendiri, tergantung jauh dekatnya rumah tersebut diantar. Ke Jakarta, biaya kirim mencapai Rp 12 juta, untuk satu dan atau dua unit rumah. ”Ke Filipina, biaya kirim Rp 28 juta,” kata Frengky, pengusaha yang tahun ini telah mengirim delapan unit rumah panggung ke Malaysia.

Hadapi tantangan

Rumah panggung memang unik. Namun, tetap saja model rumah seperti ini menghadapi tantangan. Sampai saat ini, persoalan bahan baku kayu memang belum jadi masalah. Namun, dengan pembabatan hutan yang tak terkendali di Tanah Air, keberadaan bahan baku rumah kayu juga menjadi ancaman.

Jika pembabatan hutan secara tak terkendali dibiarkan terus, bukan tidak mungkin perajin rumah kayu yang terkenal kreatif pun bisa gulung tikar. Salah satu solusinya, perlakukan hutan secara arif disertai kegiatan reboisasi. Dengan begitu, usaha rumah kayu tetap berjalan, hutan pun tetap lestari.

Yurnaldi
Sumber : Kompas.com (
Selasa, 21 Oktober 2008 | 08:18 WIB)

Readmore »» Rumah Panggung Hadapi Tantangan

Mengenal Konstruksi/ Struktur Atap Kayu untuk Rumah Tinggal

Atap? Siapa ya yang tidak tahu? Bagian dari bangunan rumah ini selalu kita dapati di bangunan rumah di mana saja. Baik itu atap genteng yang memakai rangka kayu, baja, ataupun atap datar yang menggunakan dak beton. Pada intinya, atap adalah bagian paling atas bangunan yang memberikan perlindungan bagian bawahnya terhadap cuaca, panas, hujan dan terik matahari.


Berikut ini adalah beberapa fungsi atap yang lebih khusus (spesifik):


1. menerima beban oleh bobot sendiri, yaitu beban kuda-kuda dan bahan pelapis berarah vertikal kemudian meneruskannya pada kolom dan pondasi
2. menahan tekanan angin muatan yang berarah horizontal pada gevel
3. menerima panas oleh sinar matahari dan menahan suhu agar
tetap dingin di ruang bawah atap dan menyerap panas tersebut dalam konsep arsitektur tropis
4. menghindari masuknya air hujan

Gambar konstruksi kayu untuk rumah tinggal dengan bentangan yang cukup lebar, sekitar 10 meter.

Atap yang sudah biasa ditemui pada rumah-rumah di Indonesia adalah atap dengan konstruksi kayu. Belakangan ini mar
ak penyedia konstruksi atap berbahan baja ringan. Baik konstruksi atap kayu maupun baja ringan memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri-sendiri. Perbandingan menggunakan atap kayu dan baja antara lain:

ATAP KONSTRUKSI KAYU

Kelebihannya:
Atap konstruksi kayu masih diminati banyak orang

Merupakan bahan yang mudah didapatkan di mana saja di toko toko material
Merupakan bahan bangunan yang banyak dikuasai oleh tukang lokal
Bahan kayu dapat dibentuk, dipotong, dan digunakan secara fleksibel (dapat diukur, dipotong, dibentuk melengkung, dan sebagainya)

Kekurangannya:
Atap kayu
mudah terbakar, dan bisa dimakan rayap
Material kayu bisa mengembang atau menyusut
Bentang atap dengan konstruksi kayu seringkali terbatas karena ukuran kayu di pasaran adalah 4 meter.
Kayu makin sulit didapatkan, akibatnya harganya makin mahal.

ATAP BAJA RINGAN


Kelebihannya:
Merupakan material baru yang makin diminati
Bahan ini dapat dibuat dengan bermacam bentangan (panjang atau lebar atap)
Merupakan bahan yang bila dirancang dengan benar, akan lebih kuat dari atap kayu, serta lebih aman.
Material ini lebih awet, tidak bisa dimakan rayap
Material baja ringan lebih tahan api
Lewat
kontraktor khusus atap baja ringan, pengerjaan atap menjadi lebih cepat.
Bahan baja ringan sudah diberi lapisan anti karat

Kekurangannya:
Atap baja ringan harus dibuat oleh kontraktor spesialis ya
ng biasa membuat konstruksi atap baja ringan, dan tidak bisa dibuat sembarangan tukang.
Harga per meter atap baja ringan lebih mahal.


LEBIH JAUH TENTANG KONSTRUKSI ATAP KAYU
Atap dengan konstruksi kuda kuda kayu termasuk paling banyak digunakan di negeri kita. Selain karena material kayu yang sangat mudah didapatkan di toko toko material, konstruksi kayu juga dikuasai oleh tukang tukang lokal. Tahukah Anda bahwa konstruksi kayu yang dipakai di kebanyakan bangunan di Indonesia saat ini, tekniknya didapatkan dari bangunan bangunan kolonial Belanda?

Konstruksi kayu model Belanda ini bisa digambarkan sebagai berikut:


Gambar konstruksi kayu yang diadaptasi dari sistem konstruksi kayu dari Belanda.



Konstruksi kayu ini terdiri dari:

Kuda-kuda
Kuda-kuda terdiri dari kuda penopang (kayu-kayu diagonal bagian pinggir) yang menyalurkan gaya tekan, balok dasar pada kuda-kuda (kayu horizontal di bagian bawah) yang berfungsi sebagai penahan gaya tarik, serta tiang tengah (kayu vertikal) yang mendukung balok bubungan dan menerima gaya tekan.


Prinsip dasar kuda-kuda kayu adalah menyalurkan gaya yang bekerja padanya kepada kolom atau dinding bangunan rumah. Bentuk kuda-kuda yang segitiga bertangkup merupakan bentuk yang sangat stabil atau tidak mudah berubah bentuk.

Dalam menentukan kemiringan atap berkaitan dengan konstruksi atap kasau, masing-masing pasangan kasau dan balok kuda-kuda (batang tarik) membentuk suatu segitiga. Makin besar sudut kemiringan atap, makin mudah beban atap disalurkan. Oleh karena itu, sudut kemiringan atap tersebut sebaiknya tidak kurang dari 30 derajat


Gording, usuk dan Reng
Gording adalah balok kayu mendatar yang letaknya diatas kud
a-kuda. Gording menahan beban dari kayu usuk dan reng sebagaimana bisa kita lihat pada gambar ilustrasi diatas. Usuk menahan kayu reng. Kayu reng menahan atau menjadi pijakan meletakkan genteng di bagian atasnya

.

Usuk dan Reng dibutuhkan bila atap menggunakan genteng. Bila atap menggunakan penutup seng atau asbes, maka tidak perlu menggunakan usuk dan reng, langsung saja asbes atau seng diletakkan diatas gording.

KONSTRUKSI KAYU DALAM GAMBAR KERJA

Gambar kerja arsitektural potongan dengan konstruksi kayu.

Terlihat pada gambar diatas, adalah gambar potongan atap pada gambar kerja. Bagian-bagian atap seperti kuda-kuda, gording, usuk, dan sebagainya bisa dilihat pada gambar tersebut.

Gambar kerja rencana atap.

Gambar diatas menunjukkan gambar kerja presisi untuk rencana atap model pelana. Bagian-bagian atap dilihat dari atas dapat dilihat pada gambar tersebut.


Jenis kayu yang biasa digunakan untuk konstruksi atap antara lain:

- kayu rengas burung
- kayu duren
- kayu salimuli
- kayu sindur atau tampar atau hantu
- kayu perupuk talang atau perupuk rawang
- kayu meranti, atau nama setempatnya : damar, seraya, ketuko, kalup, lampong, lanan
- kayu merawan (Sumatra) atau nama setempatnya : bangkirai bulan, nyerekat, damar putih (Kalimantan)
- kayu mersawa atau nama setempatnya : tenam (Palembang), mersawa, keruing, sesawa (Riau)
- kayu sintok / kapur (Kalimantan Tenggara)
- kayu berangan / tunggeureuk / saninten / kihiur (Sunda)
- kayu bitangur, kapurnaga / bunut (Sumatra) / nyamplung (Jawa) / nangui / penaga (Kalimantan) / kapuracha
- kayu kisereh / medang lesah (Sum) / medang rawali (Kal tenggara) / gadis kipedes (Sunda)
- kayu bungur
- kayu mahoni daun kecil
- kayu mindi (Sunda) / gringging
- kayu sonokeling/ palisander (Jawa)
- kayu gempol (Jawa) / klepu pasir
- kayu bayur (Mal.) / bayot (Sarawak)/ bayoh(Phil.)
- kayu Gofasa / leban (Mal.)/ molave (Phil.)
- kayu sungkai (Sum.,Kal.) / Jurus (Kal. Tengg) / Jati sabrang (Jawa)
_______________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008
astudio Indonesia. All rights reserved.


Readmore »» Mengenal Konstruksi/ Struktur Atap Kayu untuk Rumah Tinggal

Kayu sebagai material bangunan

Sebagai material rumah, kayu telah menjadi favorit yang digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari atap hingga pondasi, dan selalu digunakan dalam proses membangun. Tak heran, karena itu kita sangat memerlukan kayu dalam rumah tinggal kita untuk berbagai hal. Kayu memiliki tekstur dan warna yang menarik untuk digunakan dalam rumah tinggal. Tak jarang, kita membeli furnitur karena kayu yang digunakan terlihat bagus.


Saya sendiri sangat menghargai kayu karena ia dulunya hidup dan menjadi bermanfaat bagi manusia. Sering diskusi saya dengan rekan di astudio membicarakan tentang kayu maupun resource bangunan lainnya. Tahukah Anda, 28 hektar hutan menghilang tiap hari karena penebangan, baik legal maupun ilegal? Dampaknya; persediaan kayu makin menipis dan semakin mahal.

Kayu selain memiliki keunggulan juga memiliki kelemahan, antara lain bisa tergores, terbakar, maupun lapuk. Rayap seringkali menjadi musuh utama kayu, karena itu material kayu selalu memerlukan treatment khusus agar bisa menjadi lebih tahan terhadap hal-hal tersebut.

Tekstur kayu dipengaruhi oleh dari bagian pohon mana kayu itu berasal, seperti dari pangkal, ujung atau tengah, selain itu letaknya dalam batang pohon juga menentukan teksturnya. Struktur kayu itu dibentuk oleh serat kayu dan pori-pori. Kayu yang sudah diolah akan kehilangan kadar airnya sehingga kita tidak melihat adanya cairan lagi pada kayu. Tapi kayu baru biasanya masih memiliki muai susut.


Karena kayu semakin mahal, makin banyak orang menggunakan kayu olahan pabrik, dimana ia adalah kayu yang dihasilkan dengan menggabungkan bahan lain. Hasilnya; banyak produk baru yang dibuat dari PVC, serat kayu, dan semen yang memiliki tekstur kayu yang bagus, karena ia memiliki lapisan kayu.

Kayu Solid
Kayu solid biasanya digunakan untuk tiang penyangga rumah, seperti 'sokoguru' dalam arsitektur Jawa, atau furniture yang dibuat dari kayu 'glondongan' atau kayu utuh. Yang seperti ini sudah sangat jarang dibuat lagi karena sudah susah didapatkan.

Kayu lembaran
Kayu ini banyak digunakan untuk lantai kayu, parket kayu, dan sebagainya. Bentuknya yang lembaran dibuat dari memotong kayu dengan ukuran 3cm, 5cm dan sebagainya.

Plywood
Plywood memiliki komposisi dari sejumlah lapisan kayu tipis yang dilem dengan serat yang bersilangan sehingga menjadi lebih kuat. Jenis kayu ini biasanya digunakan untuk panel, lapisan atas meja, lemari, dan sebagainya.

Laminated wood.
Tipe plywood ini dibuat dengan lapisan kayu yang seratnya dibuat searah, biasanya digunakan pada bagian furniture yang dibengkokkan sehingga tidak mudah patah.

Karakter kayu olahan

  • Biasanya plywood dan laminated wood dibuat dengan ukuran tertentu di pasaran, misalnya 4' x 8'
  • Kayu olahan biasanya lebih kuat dari kayu biasa karena mengalami proses pengeringan yang baik sehingga tidak mudah memuai atau menyusut
  • Sayangnya kayu olahan ini kurang sesuai untuk bidang yang sering terkena benturan.
  • Bisa dibuat dengan bentuk lengkungan yang tidak terlalu tajam
  • Memudahkan kita memakai kayu meskipun harganya semakin mahal.
Sumber : www.astudioarchitect.com


Readmore »» Kayu sebagai material bangunan

Konstruksi : Cara Aman Menyambung Kayu

Pada elemen konstruksi bangunan yang terbuat dari kayu, pasti terdapat sambungan antarkayu. Agar penyambungan cukup aman maka digunakan alat sambung, seperti paku dan baut. Bagaimana penggunaan alat sambung ini?

Bahan kayu memang terbatas ukurannya, apalagi jika akan digunakan untuk bentang yang panjang dengan bentuk yang beragam. Untuk itu bahan kayu tersebut perlu disambung agar dapat berfungsi seperti yang diinginkan. Sebagai contoh adalah membuat sambungan kayu untuk rangka plafon.

Sambungan kayu pada rangka plafon termasuk yang akan menerima beban. Oleh karena itu, agar sambungan tetap aman maka harus dibuat dengan baik dan benar. Ada beberapa cara penyambungan kayu yang antara lain sebagai berikut.



1. Penyambungan dengan Baut dan Plat

Jika baut akan digunakan, maka pilihlah baut dengan diameter yang tepat agar kayu tidak pecah ketika dibaut. Jumlah baut yang akan dipakai juga harus dihitung berdasarkan kekuatan struktur yang akan membebani sambungan tersebut. Selain itu, dimensi kayu itu sendiri juga harus diperhitungkan.Bantuan plat dapat digunakan untuk pemasangan baut. Berikut beberapa alternatif penyambungan dengan baut.
a. Baut yang digunakan tanpa menggunakan plat.
Baut dapat diletakkan di sudut ujung kayu sambungan. Peletakan kayu harus ditimpa satu sama lain pada setiap ujungnya.
b.
Baut dengan plat berbentuk T.
Plat T diletakan di atas permukaan kayu. Peletakkan kayunya tidak saling menimpa tetapi tegak lurus. Kekuatan sambungan ini lebih besar daripada sambungan yang lain.
c.
Baut dengan plat berbentuk L.
Plat ini diletakkan di samping kayu. Kekuatan sambungan ini lebih lemah jika dibebani struktur yang lebih besar dari atas, sebab kekuatan sambungannya hanya dari sisi samping kayu.

2. Penyambungan dengan Paku
Penggunaan paku untuk penyambungan kayu sudah sangat umum. Selain penggunaannya yang cukup aman, proses penyambungannya juga mudah. Pada pelaksanaannya, panjang paku harus disesuaikan dengan dimensi kayunya. Pada umunya, digunakan paku dengan panjang paling tidak dua kali ketebalan kayu yang disambungkan.
Ada beberapa cara penyambungan kayu dengan paku:
a.
Paku samping.
Kayu yang disambung membentuk huruf T. Sambungan kayu dikuatkan dengan memasang paku di samping kiri dan kanan kayu.
b.
Paku atas.
Cara sambungan ini lebih kuat daripada dengan memasang paku di samping kiri dan kanan. Selain itu, pemasangannya juga lebih mudah.

(alf/www.tabloidrumah.com)

Readmore »» Konstruksi : Cara Aman Menyambung Kayu

Proses Pembuatan Rumah Knockdown (Fabrication)

Dalam proses pembuatan Rumah Panggung Palembang melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah menentukan konsep bangunan yang terdiri atas ukuran serta fungsi dari rumah panggung tersebut. Tahap kedua pengumpulan bahan baku yaitu kayu dari berbagai jenis. Misalnya; Meranti, Seru, Duren dll. Setelah mendapatkan semua jenis kayu, terutama untuk bagian rangka barulah masuk ke tahapan ketiga yaitu proses pengolahan. Setelah semua bagian rangka selesai dibuat, maka masuk ke tahapan berikutnya yaitu pemasangan. Dan terakhir adalah proses pengecekan (Final Check). Jadi secara garis besar proses pembuatan Rumah Pangung Palembang setidaknya dibagi dalam Lima tahap. Untuk lebih jelasnya akan dibahas satu per satu, sebagai berikut:
Penentuan konsep bangunan (Create Concept)
Yang paling awal dan sangat penting dalam membuat rumah panggung adalah penentuan konsep bangunan yang akan dibuat. Karena dari konsep tersebut akan diperoleh data-data ukuran bangunan yang selanjutnya akan erat kaitannya dengan fungsi dari bangunan tersebut. Rumah Panggung Palembang yang digunakan sebagai Rumah Tinggal (Home Stay) berbeda dengan Guest House yang didesain Cluster, namun ada kemiripan dengan bangunan Villa yang hanya dibedakan oleh jumlah ruangan. Rumah tinggal hampir memiliki semua ruangan, diataranya; ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu, beberapa kamar tidur, teras atau balkon, dll. Berbeda dengan bangunan Villa yang mementingkan jumlah kamar lebih dari Satu, ada ruang makan dan dapur. Sedangkan konsep Guest House lebih kepada ukuran kamar yang luas, karena biasanya para tamu membawa barang bawaan yang cukup banyak dan lebih senang menyimpannya di dalam kamar. Guest house juga tidak memerlukan dapur, karena urusan makan akan disiapkan Tuan Rumah atau dijamu makan di restoran. Dengan demikian jangan sampai salah konsep dalam membuat Rumah Panggung Palembang. Harus sesuai dengan fungsi dan tujuan bangunan yang diinginkan.
Pengumpulan Bahan Baku (Material Collection)
Setelah didapat konsep yang diinginkan baru masuk ke tahap berikutnya, yaitu mengumpulkan bahan baku. Bahan baku yang dimaksud adalah kayu untuk rangka, dinding, lantai dan lain-lain. Waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan bahan baku sekitar satu minggu. Kayu yang dipilih harus benar-benar yang berkualitas tinggi. Bahan baku kayu yang sudah terkumpul tak boleh hanya ditumpuk begitu saja, namun harus di angin-anginkan di ruang terbuka. Maksudnya tidak dijemur secara langsung. Karena biasanya kayu diperoleh masih basah dan mengandung banyak air. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi pelapukan karena lembab sampai waktu proses pengolahan tiba. Dan menjelang proses pengolahan, barulah kayu dijemur sampai kering hingga tidak ada unsur air sedikitpun. Proses pengeringan yang dilakukan murni dengan bantuan alam, yaitu sinar matahari. Karena dengan sinar matahari proses pengeringan tidak merusak atau merubah bentuk dan ukuran kayu. Selain bahan baku kayu, yang harus disiapkan juga adalah bahan baku pendukung misalnya; paku, kaca, seng dll. Namun bahan baku tersebut dapat disiapkan saat proses pengolahan.
Proses Pengolahan (Pre-fabrication Process)
Jika semua bahan kayu sudah terkumpul barulah dimulai proses pengolahan. Proses pengolahan dapat dilakukan jika bahan baku sudah terkumpul terutama bahan baku untuk bagian rangka. Tiga jenis rangka yang dibuat yaitu; kerangka lantai, dinding dan atap. Langkah awal membuat rangka adalah semua kayu dipotong sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan, sesuai dengan ukuran sebagaimana telah dijelaskan pada bagian penentuan konsep. Setelah dipotong, kayu diserut agar permukaan kayu menjadi licin dan halus. Khusus bagian kerangka dinding, bagian ujung-pangkal akan dibuatkan putting dan akan ditanam ke bagian kerangka lantai dan atap. Setelah bagian kerangka selesai dioleh, masuk tahap berikutnya yaitu; pengolahan dinding. Bahan baku dinding berupa papan yang umumnya berukuran 2cm x 25cm x 400cm. Papan juga diserut kemudian dipotong sesuai dengan ukuran tinggi rumah. Papan yang sudah diserut dan dipotong akan diolah kembali. Bagian sisi kiri-kanan akan diserut, pada bagian ini tidak hanya diserut tetapi harus diluruskan dan diratakan. Jika ditarik benang dan dikencangkan antara ujung bagian atas dan bawah akan tampak lurus segaris.
Untuk mengolah bahan baku ini biasanya dikerjakan oleh dua atau tiga orang tukang, yang terdiri satu kepala tukang dan dua orang “anak buah”. Kepala tukang bertugas mengordinir jalannya pekerjaan dan melakukan supervisi langsung terhadap anak buah. Sedangkan anak buah adalah selaku operator yang melakukan pekerjaan sesuai dengan arahan dan petunjuk dari kepala tukang. Namun kebanyakan pekerjaan dilakukan sendiri oleh pemilik rumah dibantu oleh anak laki-lakinya serta kerabat terdekat. Karena lebih dari 50 persen penduduk desa Tanjung Batu Seberang dan sekitarnya berprofesi sebagai tukang kayu. Sedangkan 50 persen lagi berprofesi sebagai Pegawai negeri, wiraswasta, berkebun, berdagang dan lain-lain.
Proses Pemasangan (Installation Process)
Tiang-tiang kerangka dinding bagian bawah dipasang ke bagian kerangka lantai dengan cara ditanamkan atau ditancapkan ke bagian kerangka lantai yang terlebih dahulu sudah dilubangi. Bagian atas juga demikian, ditanam atau ditancapkan ke bagian kerangka atas. Sehingga setelah terpasang seluruh bagian kerangka akan terpasang dengan kuat dan kencang. Kerangka yang sudah terpasang akan tampak seperti bangun ruang tiga dimensi (kubus). Papan yang telah diolah akan diserut kembali dengan mata serut yang lebih halus dan sangat tajam agar permukaan papan menjadi harus dan tampak mengilat. Bagian sisi kiri-kanan akan dibuatkan semacam putting dan lubang, selang-seling antara papan yang satu dengan yang lainnya. Kemudian papan tersebut akan dipasang atau ditempel ke bagian rangka dinding secara vertikal sesuai dengan ruas-ruas dinding. Pemasangan papan untuk dinding akan disisakan bagian tengah untuk sekeping papan yang ukurannya akan dilebihkan 2-3cm. Papan tersebut dibuat berbentuk tirus -bagian atas lebih kecil daripada bagian bawah- yang dilesakkan dari bawah ke atas agar bagian sisi kiri-kanan menjadi rapat. Papan-papan yang terpasang tampak menjadi satu seolah tidak ada sambungan.
Proses pemasangan berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu bagian atap. Yang pertama adalah memasang kuda-kuda pada bagian tengah bangunan yang berfungsi sebagai penopang wuwungan. Antara wuwungan dan bagian sisi kiri-kanan, depan-belakang dipasang kaso (kasau) sebagai media pemasangan material atap. Atap rumah panggung yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat desa Tanjung Batu Seberang adalah atau daun (Sirap). Karena memang sebagian besar rumah-rumah yang dibangun adalah untuk diperjual-belikan. Sebagian kecil menggunakan genting atau seng yang menandakan bahwa rumah tersebut tidak dijual tetapi untuk ditinggali. Dengan melihat material atap dapat dibedakan mana rumah yang dijual mana yang tidak. Namun tak jarang rumah permanen yang menggunakan atap genteng atau seng juga dijual jika harga mencapai kesepakatan.
Selanjutnya adalah pemasangan jendela dan pintu. Pintu dan jendela biasanya dikerjakan secara terpisah dan dikerjakan oleh tukang khusus karena memerlukan keahlian dalam mengolah kayu, cermat dalam segi ukuran dan butuh kesabaran yang tinggi. Butuh ketelitian terutama jendela karena biasanya kombinasi antara kayu dan kaca. Pintu dan jendela biasanya juga dikerjakan ditempat yang berbeda. Jadi setelah badan rumah selesai barulah pintu dan jendela diantar dan dipasang. Dalam hal pemasangan bukanlah perkara mudah karena akan melalui beberapa kali Fitting. Setelah benar-benar pas barulah pintu dipasang berikut engsel dan kuncinya.
Proses Pengecekan (Final Inspection)
Semua proses tahapan yang dilakukan sebelumnya harus melalui proses pengecekan akhir agar segala sesuatu yang dikerjakan sesuai dengan konsep awal. Pada tahap ini juga dilakukan proses akhir (finishing) misalnya; pengecatan lisplang atas dan bawah, pemasangan atap teras, pemasangan kunci-kunci dan engsel. Dalam tahapan ini akan dilakukan oleh tuan rumah atau yang punya rumah langsung ataupun oleh kepala tukang yang dipercaya oleh tuan rumah. Setelah segala sesuatunya siap dan sempurna, kemudian rymah panggung Palembang siap dipasarkan. Kebanyakan dari rumah panggung yang siap dipasarkan tersebut juga dihuni atau ditunggali untuk sementara sampai rumah panggung tersebut terjual.
Penulis : Iswandi (Agok)

 ------oOo-----

Readmore »» Proses Pembuatan Rumah Knockdown (Fabrication)

Kegunaan Rumah Knockdown (Function)

Rumah Panggung Palembang merupakan bangunan yang multifungsi dapat digunakan sesuai dengan keperluan dan kepentingan pemilik. Hal tersebut dimungkinkan karena Rumah Panggung Palembang dapat dirancang sesuai dengan keinginan, tergantung bangunan seperti apa yang diinginkan. Pembeli hanya perlu menyerahkan konsep, ukuran tanah serta digunakan untuk apa bengunan tersebut. Kami akan memberikan desain dan advice singkat tentang Rumah Panggung Palembang, agar bangunan tersebut fungsional dan efektif sesuai dengan rencana pemilik. Pemilik dapat merancang sendiri sesuai dengan keinginan dan selanjutnya akan kami sempurnakan segala sesuatunya yang menyangkut desain dan ukuran. Untuk menambah nilai seni Rumah Panggung Palembang diperlukan luas tanah yang memadai. Diperlukan sedikit ruang terbuka di kanan-kiri, depan-belakang atau satu diantaranya. Yang terpenting adalah bagian depan, minimal 20 m2 yang dapat digunakan sebagai carport, taman atau lainnya. Semakin luas ruang terbuka yang tersedia semakin elok dipandang mata. Jika di bagian depan rumah tersedia ruang yang cukup luas juga dapat dibangun Gazebo untuk duduk-duduk santai sambil bercengkrama bersama keluarga tercinta maupun dengan rekan bisnis.
Lokasi tanah sangat penting untuk sebuah Rumah Panggung Palembang. Dataran tinggi sangat cocok untuk Rumah Panggung Palembang sehingga dari kejauhan sudah dapat dinikmati keindahannya. Berbagai kegunaan dari Rumah Panggung Palembang adalah dapat digunakan sebagai Rumah Tinggal (Home Stay), Villa, Restoran, Rumah Tamu (Guest House), Bungalow dsb.
Rumah Tinggal (Home stay)
Jika anda tinggal diperkotaan dan memiliki tanah atau lahan di pinggiran kota atau kampung halaman asal anda, sudah selayaknya memiliki Rumah Panggung Palembang sebagai tempat tinggal kedua. Dengan rutinitas dan aktifitas anda yang sangat padat, sesekali di akhir pekan dapat menikmati hunian yang nyaman dan tentram jauh dari kebisingan kota yang terkadang bikin kita stres atau saat liburan panjang tiba, membawa suluruh keluarga menikmati suasana pedesaan yang asri dan nyaman.
Villa
Sudah banyak bangunan-bangunan yang ada di daerah Puncak, Bogor-Jawa Barat yang digunakan sebagai Villa. Namun sedikit saja yang memiliki konsep bangunan yang jelas. Konsep yang ditonjolkan sangat jelas, yaitu perpaduan antara bangunan tradisional daerah Sumatera Selatan dan modern style. Rumah Panggung Palembang sangat cocok dijadikan Villa yang sewaktu-waktu dapat dikunjungi bersama keluarga besar. Atau jika anda tipikal pebisnis, Rumah Panggung Palembang sesekali dapat disewakan untuk menambah pemasukan keluarga. Ya, hitung-hitung untuk menutupi fix cost ataupun untuk membayar House Guard.
Restoran
Untuk anda pemilik atau pengelola restoran, Rumah Panggung Palembang dapat dijadikan tempat makan lesehan untuk Family Party, sehingga privacy pengunjung restoran tetap terjaga. Misalnya ulang tahun pernikahan, dapat menampung seluruh keluarga tercinta. Apalagi jika anda pengusaha restoran makanan daerah tertentu. Akan memambah daya pikat pelanggan. Disamping menikmati makanan yang tersaji juga dapat menikmati bangunan restoran anda.
Rumah Tamu (Guest House)
Sebagai makhluk sosial dan bermasyarakat, sesekali kita “kedatangan” ataupun “mendatangkan” tamu misalnya; keluarga, teman, rekan bisnis dan lain-lain, terkadang kita risih atau malah takut tamu kita tidak nyaman. Rumah Panggung Palembang dapat dijadikan Guest House, sehingga tamu kita merasa nyaman dan sangat dihargai karena mendiami sebuah hunian yang penuh estetika. Tak jarang suatu bisnis sukses karena cara dan tempat penyambutan kita terhadap rakan bisnis kita. Jadi secara tidak langsung Rumah Panggung Palembang merupakan penunjang bisnis kita.
Penulis : Iswandi (Agok)

 ------oOo-----
Readmore »» Kegunaan Rumah Knockdown (Function)

Keunggulan-keunggulan Rumah Knockdown (Advantages)

Rumah Panggung Palembang memiliki berbagai keunggulan, antara lain: kokoh, mampu mereduksi guncangan yang diakibatkan gempa. Kuat, mampu menahan terpaan angin kencang/badai. Murah, dengan harga terjangkau dapat memiliki hunian yang unik dan penuh estetika. Cepat, dari pemesanan/pembelian sampai siap huni (Lead Time) hanya memerlukan waktu 10-20 hari untuk unit yang ready stock dan kurang dari Tiga bulan untuk indent/Custom model. Rumah Panggung Palembang dibuat sedemikian rupa dengan proses pengolahan yang detail sampai ke bagian-bagian yang terkecil. Sehingga akan dihasilkan rumah panggung yang unik, selain berfungsi sebagai hunian tempat tinggal juga merupakan suatu hasil karya seni yang bermutu tinggi. Rumah panggung Palembang bukan hanya sebagai hunian yang berestetika, namun juga merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri menyangkut tempat tinggal.

– Kokoh (Strong)
Pada saat sekarang ini dengan kondisi alam yang tidak menentu serta cuaca yang tidak dapat diprediksi secara pasti diperlukan tempat tinggal yang aman. Mampu menahan/reduce dampak bencana alam. Misalnya: banjir, tanah longsong, gempa bumi dll. Nah, Rumah Panggung Palembang mampu mengurangi semua dampak dari bencana alam tersebut. Rangka rumah dibuat dengan sistem tanam, bagian ujung-pangkal dibuat puting yang ditanam ke bagian kayu yang lain. Dengan demikian seluruh rangka rumah merupakan bagian-bagian kayu berbentuk balok yang dirangkai menjadi satu. Sehingga rangka rumah menjadi kencang dan kuat.

– Awet/Tahan Lama (Long Lasting)
Dengan proses pengolahan, bahan baku yang berkualitas serta teknik khusus dalam pembuatan Rumah Panggung memungkinkan Rumah Panggung awet dan tahan lama sampai puluhan tahun. Tidak jauh berbeda dengan dengan rumah beton. Pengolahan kayu tidak mudah. Diperlukan perhatian khusus terhadap kayu tersebut. Sebelum diolah, kayu harus benar-benar kering namun tidak boleh dijemur langsung di bawah terik sinar matahari. Karena akan merubah bentuk dan ukuran kayu. Bahan baku kayu yang akan diolah sudah tidak memiliki unsur air sedikitpun di dalamnya. Jika masih ada sedikit saja unsur air di dalamnya, maka setelah diolah akan berubah bentuk dan ukuran serta menyebabkan ukuran-ukuran yang telah disiapkan tidak valid.

– Unik (Unique)
Perpaduan antara model tradisional daerah Sumatera Selatan dan gaya modern kontemporer menciptakan bangunan rumah yang stylist dan bergaya. Siapapun yang melihat akan memberikan kesan yang unik dan merasa berbeda dari yang lain. Rumah Panggung Palembang memberikan simbol betapa si Penghuni menghargai hidup dengan hunian yang nyaman dan penuh estetika.

– Cepat (Fast Time)
Untuk memdapatkan sebuah Rumah Panggung Palembang tidak perlu menunggu sampai berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Untuk Rumah Panggung Palembang yang Ready Stock hanya memerlukan waktu untuk bongkar-pasang, yaitu kurang dari 10 (Sepuluh). Untuk rumah yang dipesan artinya tidak available memerlukan waktu maksimal Tiga Bulan. Namun itu jarang terjadi karena di Desa Tanjung Batu Seberang memiliki banyak stock yang siap jual, model serta ukurannya juga bervariasi. Sehingga memungkinkan selera calon pembeli dapat terakomodasi. Calon pembeli tinggal memilih model serta ukuran seperti apa yang sesuai dengan selera dan kebutuhan.

– Murah (Low Price)
Siapa bilang Rumah Panggung Palembang mahal? Jawabannya adalah relatif. Tergantung dibandingkan dengan rumah seperti apa? Daerah atau kawasan berdirinya rumah juga akan mempengaruhi harga. Jika dibandingkan dengan rumah model Real Estate, tentulah harga Rumah Panggung Palembang lebih murah. Tetapi dibandingkan dengan perumahan (BTN) harga Rumah Panggung Palembang tidak jauh berbeda atau bahkan bisa lebih murah juga. Nah, sekarang kita bisa pilih dengan harga yang terjangkau mampu memperoleh hunian yang aman, nyaman dan penuh gaya. Mengapa memilih yang lain?

– Minim Perawatan (Low Maintain)
Hampir tidak ada perawatan khusus terhadap Rumah Panggung Palembang. Karena Rumah Panggung Palembang khusus dibangun dan dirancang untuk tidak merepotkan penghuni. Tetapi hanya untuk kenyamanan dan keamanan penghuni.

– Mudah (Easy)
Untuk mendirikan Rumah Panggung Palembang dibutuhkan waktu yang sangat singkat. Seperti dikatakan di awal tulisan ini, bongkar-pasang Rumah Panggung Palembang butuh waktu kurang lebih Sepuluh hari. Itu pun sudah termasuk transportasi atau waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan (Jakarta dan sekitarnya). Sehingga untuk bongkar-pasang hanya memakan waktu kurang dari Seminggu. Dengan demikian kita (Pembeli) tak usah berlama-lama direpotkan mengurus mengurus tukang. Lagipula hampir semua akomodasi -makan, minum, biaya tukang, dll- ditanggung sendiri oleh Tukang. Tuan Rumah (pembeli) hanya perlu menyediakan tempat tinggal seadanya untuk tukang.

Demikianlah keunggulan-keunggulan yang dapat kita peroleh dari sebuah Rumah Panggung Palembang. Banyak hal yang dapat kita saving. Mulai dari biaya, waktu dan tenaga. Jadi tunggu apalagi? Jika anda berminat langsung hubungi kami untuk memperoleh informasi seputar rumah panggung palembang.

Penulis : Iswandi


 ------oOo-----
Readmore »» Keunggulan-keunggulan Rumah Knockdown (Advantages)

Sejarah Rumah Panggung Knockdown Palembang

Rumah Panggung Palembang merupakan jenis rumah panggung yang terbuat dari kayu dan merupakan warisan turun temurun di desa Tanjung Batu Seberang, Kec. Tanjung Batu, Kab. Ogan Ilir Sumatera Selatan. Mayoritas penduduk Desa Tanjung Batu Seberang dan sekitar berprofesi sebagai Tukang Kayu. Namun hanya penduduk Desa Tanjung Batu Seberang yang memiliki teknik dan ketrampilan diatas rata-rata dibanding desa lain. Kehebatan para Tukang Kayu ini tidak luput dari jasa guru besar para pengrajin yaitu Usang Sang Sungging (Seorang Pati Kesultanan Palembang Darussalam yang lari dari Istana dan menetap di Desa Tanjung batu, konon nama aslinya Abdul Hamid).

Dahulu kala Rumah Panggung Palembang lebih dikenal dengan Rumah Limas, karena setiap rumah memiliki atap yang sama berbentuk bangun ruang Limas. Namun, seiring dengan perubahan waktu dan kebutuhan akan estetika, bentuk atap mengalami perubahan menjadi beberapa macam tidak hanya berbentuk Limas. Rumah Panggung yang dahulu dikenal dengan rumah Limas mempunyai keunikan tersendiri, semua terbuat dari kayu, berdiri diatas tiang-tiang yang ditanam di tanah. Dikenal dengan sebutan Rumah Panggung, karena dibuat/didirikan seperti panggung yang memiliki tiang dengan ketinggian mencapai 285 cm.

Di Desa Tanjung Batu Seberang serta beberapa desa lain di kabupaten Ogan Ilir merupakan daerah pinggiran Sungai/Lebak dan hutan-hutan kecil. Itulah alasan mengapa Rumah Panggung yang pada awalnya menggunakan tiang kurang lebih 1 Meter menjadi lebih dari 2 Meter untuk menghindari dari Binatang buas dan aman saat banjir melanda. Seiring dengan berjalannya waktu dan kebutuhan, tinggi tiang rumah panggung bahkan melebihi 2 meter mengingat dengan tiang yang mencapai 3 meter, bagian bawah rumah dapat dimanfaatkan sebagai -dengan mambangun tiang yang terbuat dari batu bata diplester- garasi, tempat tinggal, tempat usaha dll.

Rumah panggung yang dibangun dengan ketinggian tiang mencapai tiga meter akan tampak seperti bangunan Dua lantai, yaitu lantai dasar merupakan rumah beton dan rumah panggung di atasnya. Sehingga terciptalah bangunan yang kontras namun memikat. Terdapat kombinasi antara unsur tanah(bangunan beton) dan unsur kayu.

Rumah Panggung dibuat dengan sistem bongkar-pasang (Knock-down) sehingga memungkinkan sebuah rumah dapat dipindah-pindah dan dijual-belikan. Oleh karena itu jual-beli Rumah Panggung menjadi mata pencarian turun temurun sejak puluhan tahun silam penduduk Desa Tanjung Batu Seberang dan sekitar. Membuat/mendirikan Rumah Panggung diperlukan keahlian tersendiri, diperlukan teknik rancang bangun yang unik. Dalam hal pemilihan kayu (material), pengukuran, pemilahan serta proses pengolahan. Pemilihan kayu harus sesuai dengan fungsi dan tujuan. Kayu yang digunakan untuk dinding haruslah kayu yang tahan panas dan hujan, misalnya kayu Meranti kualitas ekspor dapat digunakan sebagai dinding. Disamping tahan panas juga mampu bertahan dengan cuaca dingin atau hujan. Dalam hal pengukuran juga harus benar-benar tepat, tidak boleh selisih Satu milimeter-pun. Karena akan berpengaruh terhadap bentuk serta kekencangan rumah.

Proses pengolahan tak kalah penting, dalam mengolah kayu diperlukan ketrampilan khusus. Diperlukan pengetahuan dan ketrampilan cukup, mengingat sifat dan jenis kayu yang keras namun elastis. Antara kayu yang satu dengan yang lain harus dipadu-padankan agar dapat saling menopang/menahan, sehingga dapat terpasang sebagaimana mestinya. Kayu dengan ukuran lebih dari 3 meter memiliki bentuk yang tidak lurus (melengkung). Harus diolah sedemikian rupa sehingga pada saat terpasang menjadi lurus segaris. Antara sisi yang satu dengan yang lain harus dipasang secara berlawanan. Bahan baku kayu yang semula melengkung dengan teknik pengolahan dan pemasangan yang terampil akan menjadi lurus segaris setelah terpasang.

Penulis : Iswandi

 ------oOo-----
Readmore »» Sejarah Rumah Panggung Knockdown Palembang

  ©Template by Dicas Blogger. Edit by Urang Diri